5 Cara Mengatur Keuangan Bulanan Rumah Tangga

https://lh3.googleusercontent.com/RL99X9-tEJyOcW7Epy_DpZJ0l8zWoN5ucrwXSJrOcqoB-EQASgMoMRmpq65y5TOo7He5eyZ9lhTiyN1CAxyPeAI6zQHji2Fb9_WawDpnvRc4n3omavET5vZIYQBO7FfmYaxoVa8A

Baik buruknya sebuah keluarga, ditentukan juga dengan kondisi finansialnya. Hal inilah yang harus disiapkan lebih dulu sebagai fundamental dalam membangun rumah tangga di masa depan. Kedua belah pasangan juga harus transparan terutama urusan uang apalagi jika sama-sama punya pinjaman dana sebelum menikah.

Maka, sebelum menikah pun harus ada perjanjian pra nikah. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi kedua belah pihak. Meskipun sudah ada undang-undangan yang mengatur tentang pembagian harta jika terjadi perpisahan.

Namun demikian, tetap saja ada beberapa hal yang harus disiapkan sejak dini dalam mengatur keuangan bulanan rumah tangga. Yuk kita simak beberapa cara berikut ini khususnya bagi para calon keluarga muda atau pasangan yang baru saja menikah.

1. Menghitung semua pemasukan 

Sejak awal menikah kedua belah pihak harus sepakat dulu mana saja pos pemasukan yang bisa dijadikan sebagai harta bersama, mana pemasukan yang tidak dimasukkan dalam harta bersama. Hal ini sangat penting terutama jika istri sudah memiliki bisnis sendiri.

Sebagai seorang suami, sudah kewajiban suami memberikan nafkah materi kepada istri dan menjamin seluruh kebutuhan rumah tangga. Sehingga pembagian pemasukan keuangan rumah tangga menjadi jelas. Jika perlu, hal ini harus dibahas dalam perjanjian pra nikah untuk melindungi keduanya.

2. Menentukan anggaran belanja bersama

Setelah mengetahui besaran pemasukan dari kedua belah pihak ataupun dari pihak suami, maka saatnya untuk menentukan anggaran belanja keluarga bersama. Beberapa anggaran belanja ini seperti biaya kontrakan atau rumah, kendaraan, belanja bulanan, hingga uang jajan baik buat istri maupun untuk suami hingga ke anggaran paling kecil sekalipun.

Dengan begitu akan terlihat sebenarnya berapa besar kebutuhan belanja keluarga dalam sebulan. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak besar pasak daripada tiang.

3. Memastikan pos dana darurat, investasi, dan asuransi

Selain pemenuhan kebutuhan primer, sudah sejak awal seharusnya juga disiapkan untuk pos dana darurat yang sangat dibutuhkan jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Besarannya harus bisa menutupi kebutuhan pokok keluarga paling tidak selama enam sampai dengan dua belas bulan.

Selanjutnya yang tak kalah penting lagi adalah proteksi atau asuransi keluarga. Apakah akan mengikuti jaminan sosial yang disediakan oleh pemerintah atau menambah proteksi dengan mengikuti asuransi swasta lainnya sehingga harus ada pos anggaran lebih besar untuk proteksi tersebut.

Begitu juga dalam menentukan instrumen investasi jangka panjang. Keduanya harus sama-sama bersepakat mana instrumen investasi yang akan digunakan.

4. Menentukan besaran tabungan

Tabungan bisa berasal dari dana keluarga atau pemasukan tambahan dari masing-masing dompet pasangan. Tentukan juga apa tujuan tabungan tersebut. Misalnya dilakukan pemisahan, mana tabungan untuk traveling, ibadah seperti haji dan umroh, atau tabungan lain yang sudah ditentukan penggunaannya.

5. Selalu transparan soal utang

Jangan sesekali mengambil pinjaman tanpa sepengetahuan pasangan. Hal tersebut justru akan merugikan keluarga jika terjadi sesuatu. Sudah sering kita mendengar cerita suami atau istri meninggal dunia kemudian meninggalkan utang yang tidak diketahui pasangannya.

Pengajuan pinjaman dana apapun harus diketahui pasangan. Dengan begitu ada pertanggungjawaban keluarga yang jelas jika salah satunya meninggal dunia. Begitu juga dalam menentukan lembaga keuangan yang kredibel di tengah pandemi seperti ini, pilih yang sudah terdaftar di OJK secara resmi seperti Kredivo.

Kredivo sudah terdaftar di OJK dengan nomor S-236 / NB.213 / 2018 atas nama PT FinAccel Digital Indonesia sebagai salah satu fintech yang memberikan pinjaman tunai cepat cair lewat aplikasi secara online. 

Limit kredit yang diberikan oleh Kredivo hingga Rp30 juta per member dengan bunga 2.95% per bulan yang dapat dicicil dengan pilihan tenor 3 dan 6 bulan. 

Ada dua produk pinjaman dana yang ditawarkan oleh Kredivo yaitu pinjaman mini dengan maksimal limit Rp1 juta dan pinjaman jumbo dengan pengajuan mulai dari Rp1 juta. Sementara layanan kredit online tetap bisa dimanfaatkan ketika belanja di beberapa ecommerce atau merchant yang sudah bermitra dengan Kredivo.

Untuk mendaftar menjadi member Kredivo, kamu harus memenuhi persyaratan berikut:

  • Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.
  • Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Itulah beberapa cara dalam mengatur keuangan rumah tangga. Jangan ragu jika harus membutuhkan tambahan dan kebutuhan keluarga dari Kredivo. Unduh aplikasi resminya secara gratis lewat Google Play Store maupun App Store.